Too Much Reading Can Kill You

Saya baru pulang dari dokter mata, karena saya merasa sudah beberapa bulan terakhir mata saya terganggu. Vonis-nya?

1. Kedua mata saya plus 1.
2. Mata kanan saya minus 2 silindris.
3. Mata kiri saya minus 1 silindris.
4. Saya harus mengurangi kegiatan membaca dan kerja komputer.

Saya suka sekali baca, dan posisi favorit adalah sambil tiduran menghadap langsung dengan lampu kamar. Saya baru saja memeriksa data perpustakaan saya. Sejak tahun 2004, saya sudah membaca buku hampir 3.000 judul dan 6 bulan terakhir saya membaca hampir 1000 artikel RSS setiap hari. Dan jika dihitung, kecuali weekend, mungkin saya berada di depan komputer sepanjang hari (dipotong tidur), selama di kantor dan di rumah ber-internet.

Saya akui. Saya manusia yang kecanduan informasi. Saya selalu ingin lebih dulu tahu dari kebanyakan orang dan saya selalu ingin terlihat lebih pintar daripada kebanyakan orang lain. Itu ego saya. Dalam banyak hal, saya bahkan mampu berdebat dan berargumentasi bahkan dengan orang-orang profesional yang lebih dulu terjun dalam bisnis daripada saya.

Di dalam hidup memang tidak ada yang gratis. Selalu ada biaya yang keluar dalam upaya untuk mendapatkan sesuatu. Yang harus kita perhitungkan sebelum berupaya adalah, COST (biaya) VS BENEFIT (keuntungan). Logika berpikirnya (tidak selalu tetapi dalam banyak kasus), selama benefit lebih tinggi daripada cost berarti upaya tersebut layak. Then do it. Hanya saja, jangan pernah mengorbankan hidup. Too costy sebesar apapun benefit-nya.

Uncategorized

Jika kamu suka artikel ini, mohon memberikan komentar dan berlangganan newsletter gratis dan dapatkan update ke feed reader atau ke email.

Komentar dan Diskusi

No comments yet.

Tinggalkan Komentar kamu Disini

(required)

(required)