THE OFFICIAL BULLSHIT
Oh yeah this is a hardcore statement from a hardcore guy. Cadas article to the max! Orisinil terbit bulan September 2003.
Agustus lalu, The Bahamas showing their shit off di sebuah konser musik besar di lapangan PPI Bandung. Kamu yang nonton pasti setuju, yeah whatever… Memang pada awalnya semua terasa menyenangkan; dapat tawaran manggung di panggung kolosal! Tetapi sebelumnya, ada beberapa hal yang menjadi catatan kami. Ternyata acara itu memang bagus terlihat dari luar saja, dari dalam? Ah biasa saja, tak ada yang istimewa. Lihat saja line up pengisi acaranya… penggeber adrenalin?Jadi begini, dari awal beberapa pihak sudah menunjukkan sikap antipati terhadap acara ini, tetapi kami tidak setuju dengan mereka. Kenapa? Karena ini adalah kesempatan bagus untuk The Bahamas. Kami tetap konsisten dengan sikap itu, sampai menyelesaikan show.
Bayangkan, kami harus mengurut dada berulang kali atas ulah panitia. Misalnya, technical riders kami tidak dibaca sama sekali… SAMA SEKALI!! Tapi sudahlah, sikap band-band pengisi acara lain yang banyak menjilat juga membuat panitia semakin arogan. Kemudian, baru 2 hari sebelum hari H, kami diberi pengarahan (lisan) oleh panitia. Kami tidak diberi run down acara, tapi disuruh stand by menunggu nasib di venue.
Yang lucu, ketika Artist Manager Soda Music, Tommy Prahara pergi ke tempat briefing, pelaksana acara di Bandung, yang memang tidak bisa dipersalahkan sepenuhnya, mengatakan bahwa band besar yang menjual jutaan keping kaset aja di dikte oleh salah seorang kepala sebuah Production di Jakarta, jika mereka hanya dikasih 30 menit untuk sound check, maka mereka hanya akan sound check 30 menit. Ini disebabkan karena mereka, katanya, takut ngga bisa main lagi di acara-acara yang diselenggarakan Production itu. Waw…!!
Kemudian, setelah itu kami briefing teknis untuk bersiap keesokan harinya, bersiap untuk manggung. Tommy presentasi apa saja fasilitas dan kami membahas kemungkinan-kemungkinan keadaan teknis di acara nanti. Ketika kami mengeluh, dia bilang semua orang saat briefing juga mengeluh tetapi keadaannya memang seperti itu, take it or leave it. Kami tetap memegang komitmen awal, jadi kami mengalah. Ketika sampai ke cerita band-band besar tadi, serentak kami bertanya-tanya, siapa sih orang ini sebenarnya? Tapi kami ngga perduli lagi, karena kami sudah ditindas… fuck that guy!!!!
Ah semua yang berhubungan dengan acara itu terasa menyebalkan. Acara itu memang menyebalkan!!!! Tetapi akhirnya ada sisi positif-nya juga untuk kami. At least, it’s official if we say fuck Soundrebullshit because we were there. Yeah, we played there and it is definetely not the shit, fuck the fucking fuckers at Soundrefuckingbullshit!!
Jika kamu suka artikel ini, mohon memberikan komentar dan berlangganan newsletter gratis dan dapatkan update ke feed reader atau ke email.

Komentar dan Diskusi
No comments yet.
Tinggalkan Komentar kamu Disini