THE BAHAMAS & CARA BERPESTA

The Bahamas manggung di acara Pesta Indosiar, Minggu tanggal 28 September lalu. Diawali dari Promotion Executive Alfa Records yang menawarkan lagu The Bahamas dari kompilasi New Generation Calling untuk tayang di acara tersebut. Awalnya sang mbak tidak tertarik dengan menyatakan kalau dia mau bertemu tapi ngga banyak punya waktu. Anyhow ketika tahu The Bahamas yang disodorkan, beliau berbalik antusias dan langsung meluangkan waktu yang cukup untuk berbincang-bincang. Malamnya sekitar jam 10 hari Rabu, mereka menyatakan ok untuk The Bahamas tampil di acara tersebut. Nice!

The boys sempat kecewa ketika tahu harus lipsync. Tapi apa mau dikata, untuk mengejar produksi Live sudah tidak sempat. Kalaupun sempat tidak ada set khusus untuk The Bahamas hari itu. Ya sudah anak-anak pasrah. Awalnya ingin berbuat konyol disitu. Menyusun konsep, semua setuju untuk menjadi seperti penjahat di Buser. Tapi ketika dipikir lagi, kampung ah! Udah lipsync, jangan ditambah lagi! “Ya sudah, kita naik saja ke atas panggung nanti, enjoy aja lah anjing, so what with the lipshit? Kalo memang kita memang rock ya rock aja mau lipsync juga” Akhirnya, semua agree untuk main dan enjoy saja…

Hari H, anak-anak bersiap di ruang tunggu artis, menunggu kurang lebih 1 jam. Ruang No Smoking jadi becek dan bau rokok serta bir, namanya juga band rock. Perasaan tegang terhibur oleh beberapa selebritis cantik dan bersih bersliweran.
Di atas panggung ketika jeda iklan, The Bahamas stand by di stage. Di tempat penonton, pengunjung yang rata-rata cewek teriak-teriak terus memanggil nama Conat, Chandra, Dendi & Andry. Heran, tau darimana mereka? Whatever, karena tiba-tiba sound keras terdengar, ah opening title sudah dinyalakan, dan intro lagu PESTA langsung bergema, keras banget!!!! Sebagian besar penonton di jajaran depan spontan berdiri dan langsung merespon. Tapi ternyata ngga boleh, haha, karena menghalangi rel kamera. Jadi memang set up-nya gitu, ngga untuk jingkrak-jingkrak. Sayang, tapi baelah… udah membuktikan seengganya kepada diri sendiri bahwa memang kalau dari sononya udah rock ya rock aja mau ditaro dimana juga… Lega!

Setelah itu kami makan malam sebelum pulang ke Bandung di rumah makan Padang di kawasan Tebet. Setelah selesai, kami sempat nongkrong sebentar sambil beli beberapa keperluan perjalanan. Ada tukang parkir yang kita kasih uang 2000 perak. Ternyata, dia mengenali Conat. “Wah bang, pemain band ya? Suka lihat di TV!” Menganggapnya lucu, kami tanggepin. Setelah 5 menit, kami sadar kalo dia ternyata gila. Capek nanggepinnya, ya udah kita tinggal. Perjalanan pulang kita nyimenk dan berharap tidur pulas. Ternyata ngga bisa. Ketawa-ketawa, ketawa-ketawa dan ketawa-ketawa.

Akhir dari perjalanan, pelajaran berikut yang kami dapatkan; “KALO MEMANG ROCK MAH ROCK AJA LAH…!”

Jika kamu suka artikel ini, mohon memberikan komentar dan berlangganan newsletter gratis dan dapatkan update ke feed reader atau ke email.

Komentar dan Diskusi

No comments yet.

Tinggalkan Komentar kamu Disini

(required)

(required)