Perencanaan Bisnis Industri Kreatif Bagian 1

Saya sedang mood untuk menulis, jadi saya akan menulis sebuah artikel yang agak serius. Temanya, seperti judulnya adalah, Perencanaan Bisnis Industri Kreatif. Untuk artikel ini, saya akan menulis beberapa bagian. Saya akan memulai dengan 3 bagian, yaitu Perencanaan Bisnis Industri Kreatif, Sebuah Pengenalan, dilanjutkan dengan Pengenalan Kreatifitas dan Bisnis, dan terakhir, Penulisan Rencana Bisnis. Mari kita mulai.

Pengenalan Pada Perencanaan Bisnis Industri Kreatif
Kamu pernah mendengar yang namanya Industri Kreatif? Akhir-akhir ini banyak sekali orang membicarakan Industri Kreatif atau Creative Industry. Istilah ini dimulai di Inggris, dan disebarluaskan dari sana. Saya tidak dalam kapasitas menterjemahkan atau mendefinisikan mengenai industri ini, karena untuk informasi lebih jauh mengenai Industru Kreatif bisa kamu dapatkan dengan cara browsing website British Council yang ditulis dalam bahasa Indonesia.

Anyway, di artikel ini, saya ingin menulis secara praktis bagaimana membuat Perencanaan Bisnis atau Business Plan yang spesifik yang dapat diimplementasikan di Industri Kreatif.

Sebelumnya masuk ke masalah utama, maka sebaiknya kita mengenal dulu apa itu Business Plan. Perencanaan Bisnis atau Business Plan dapat diterjemahkan secara sederhana sebagai sebuah dokumen tertulis yang dibuat oleh pengusaha atau manajer bisnis yang berisikan identifikasi peluang-peluang bisnis dan kendala-kendala yang akan dihadapi di masa depan. Guna dari Perencanaan Bisnis adalah sebagai Peta untuk pebisnis dalam menjalankan bisnisnya.

Kreatifitas dan Bisnis
Ada pandangan bahwa Kreatifitas dan Bisnis itu bagaikan air dan minyak, tidak dapat disatukan. Salah besar. Kita, apalagi yang sehari-hari berada di dalam corporate culture, sering terjebak wacana bahwa kreatifitas dan bisnis adalah pilihan, Kreatifitas atau Bisnis. Salah lagi.

Biasanya, bisnis yang kreatif itu berhubungan erat dengan penciptaan produk dan atau pasar baru. Organisasi bisnis yang sukses adalah mereka yang dapat menyatukan semua elemen bisnis secara kreatif. Sementara itu perusahaan kreatif yang sukses harus menciptakan produk dan jasa yang kreatif, mereka juga harus menciptakan formula dan metoda yang dapat digunakan untuk memecahkan semua masalah bisnis yang mereka hadapi.

Jadi, ini bukanlah masalah kompromi antara Kreatifitas dan Bisnis. Tetapi mencari jalan tengah mencapai posisi win-win.

Penulisan Rencana Bisnis
Pertama-tama, mari memisahkan perencanaan untuk bisnis kreatif yang sukses dengan menulis perencanaan bisnis yang baik. Ada garis merah tipis yang memisahkan keduanya. Menurut pengalaman saya sendiri, kebanyakan orang menulis perencanaan bisnis ‘hanya karena’ mereka harus menulis perencanaan bisnis untuk pemodal ataupun investor. Perencanaan Bisnis atau Business Plan sejenis seringkali menghasilkan output yang tidak logis, dan hasilnya bisa dilihat segera setelah investor bersangkutan menerima (atau menolak) Perencanaan Bisnis tersebut.

Menulis Perencanaan Bisnis sebaiknya untuk kebutuhan bisnis itu sendiri, dan berfungsi sebagai ‘peta menuju sukses’. Di dalam perencanaan bisnis itu sendiri diidentifikasi Tujuan dan Cara-Cara untuk mencapai tujuan tersebut. Secara ideal, perencanaan bisnis sebaiknya dapat melayani bisnis itu sendiri sebagai dokumen kerja, dan juga dapat digunakan untuk menjelaskan kelebihan bisnis itu kepada pihak terkait, pengembalian terhadap modal, manajemen resiko dan perihal lain yang berhubungan dengan stakeholder dan para partner.

Tetapi, perencanaan bisnis bukanlah sebuah ‘dokumen yang suci’ dan tidak pernah salah. Perencanaan bisnis juga tidak menjamin bisnis akan sukses. Banyak perencanaan bisnis yang mampu mengidentifikasi secara rinci, tetapi gagal mengidentifikasi hal-hal yang mendasar. Perencanaan bisnis harus didasari nilai-nilai dan tujuan dari pengusaha atau perusahaan bisnis itu sendiri, dan didasari oleh kelayakan formula bisnis.

Ah, segitu dulu untuk sekarang, saya akan melanjutkannya di postingan berikutnya.

Semoga berguna.

Jika kamu suka artikel ini, mohon memberikan komentar dan berlangganan newsletter gratis dan dapatkan update ke feed reader atau ke email.

Komentar dan Diskusi

:razz: :roll: :?:
membicarakan perihal bisnis kreatif tampaknya makin hari makin menarik aja,
saya membayangkan kalau sebagian masyarakat memahaminya, kondisi ekonomi masyarakat akan sangat bagus & sangat prospekti.

ada pertanyaan yg masih sering ditanyakan,
apa sih bedanya bisnis kreatif dan bisnis yang kreatif?
sementara jawaban saya baru,
bisnis kreatif adalah bisnis dmn sebagai komuditinya benda aatau jasa bidang kreatif
sedang bisnis yg kreatif adalah bisnis apasaja yang dipasarkan dg cara2 yg kreatif, mulai dari produk, kemasan sampai strategi marketingnya…

gmn? mohon dibetulkan atau di tambahi….hi…hi…
trimakasih

ahmad adib

Tinggalkan Komentar kamu Disini

(required)

(required)