Melepas Tirani Tidak Laku

Gua baru aja baca Daring Visionary, karangan Ray Smilor. Ada sebuah kisah menarik tentang manusia jenis apa yang disebut sebagai wirausahawan. Dalam sebuah penerbangan, seorang pemodal (kapitalis) duduk di dekat jendela, seorang wirausahawan menempati tempat duduk tengah, dan seorang pengendara Hell’s Angel yang berperawakan besar duduk disebelahnya. Seekor lalat terbang dan hinggap di kerah jas sang kapitalis, yang menepisnya; lalat itu hinggap di kerah jas sang wirausahawan, yang menepisnya; lalu sang lalat hinggap di rompi kulit berantai sang pengendara sepeda motor, yang menyambarnya dan memakannya! Beberapa saat kemudian, kembali datang seekor lalat, kembali hinggap di kerah jas sang kapitalis, yang menepisnya; dan kembali hinggap di kerah jas sang wirausahawan. Kali ini, sang wirausahawan menyambarnya, menengok kepada sang pengendara sepeda motor dan berkata, “Anda mau beli lalat?”.

Wirausahawan itu mengenali dan mengejar peluang. Dia ngga perduli lalat adalah binatang yang jorok dan pengendara sepeda motor tadi itu menyeramkan. Maksudnya, jika memang ada peluang, bahkan lalat sekalipun bisa dijual bahkan wirausahawan sejati mau berurusan dengan pelanggan yang seram sekalipun.

Gua mengasosiakan cerita tadi pada sebuah kenyataan. Gua heran. Kenapa, orang yang sudah tahu kalau musik rock itu memiliki daya tarik luar biasa, sementara dia, dalam posisi memiliki modal yang besar, ngga mau menjualnya. Asumsi gua, dia ngga mau jual karena ngga suka sama musik rock. Jadi bukan seperti pemikiran ngga berdasar bahwa musik ini ngga punya potensi untuk dijual. Wong memang ngga dijual ya gimana mau ada yang beli? Terus, mengapa mereka mengaku wirausahawan musik jika mereka ngga mau menjual musik rock hanya karena selera mereka berbeda, alias mereka ngga suka? Kalau memang bisa dijual ya dijual aja, kenapa musti ngga mau segala?

- Maret 2005 -

Uncategorized

Jika kamu suka artikel ini, mohon memberikan komentar dan berlangganan newsletter gratis dan dapatkan update ke feed reader atau ke email.

Komentar dan Diskusi

No comments yet.

Tinggalkan Komentar kamu Disini

(required)

(required)