Koil, Black Light Shines On – Sebuah Apresiasi
Saat ngobrol dengan Adam lewat telepon sepulang kantor hari Kamis kemarin, saya terpikir untuk mendengarkan album terbaru Koil sambil nge-review secara LIVE. Tapi setelah saya coba jadinya norak, kayak reporter amatir yang tolol. Akhirnya saya tuliskan sensasi saja apa yang saya dapatkan saat pertama kali mendengarkan album ini. Namanya first timing sensation. Dalam merekam lagu, namanya first take, dan sensai yang didapat saat mendengarkan rekaman lagu pertama kali jadi tidak tergantikan.
Yang pasti mah ini album bagus, bukan karena nunggunya 6 tahun dan bukan karena sekedar bukan lagu awam seperti Nidji dan Raja, tapi karena menurut saya, lagu-lagu ini efektif untuk dibawa ke panggung begitu pula didengarkan di discman atau digital music player. So, everyone who loves Koil win. Cool.
Oh ya, saya bisa semakin dimusuhin industri musik ataupun scene musik dengan komentar saya akan album ini tapi heck, di blog ini tujuan saya bukan menyenangkan semua pihak. Jadi mohon maaf karena keterbatasan saya dan f**k it kalau kamu ngga berani menyampaikan pendapat seperti saya di blog ini.
Whatever, kesimpulan saya (sorry for being a bit techie) adalah:
1. Otong is a brilliant lyric writer & singer. Period. Dia orang pertama di negara ini yang berhasil menyanyikan kata ‘Nasionalisme’ tanpa kedengaran norak. Ngga hanya itu, album ini seperti selalu dilakukan Koil, lyrically great.
2. Rythm gitar di album ini bagus sekali. Di lagu Kenyataan Dalam Dunia Fantasi there are many cool downstroke rythm yang pastinya bikin rythm section stronger than ever. Single note ciri khas Donny tidak banyak tapi masih ada di lagu Hanya Tinggal Kita Berdua, dan ini single note yang hanya bisa dihasilkan oleh seorang gitaris berpengalaman which is so efective. It’s true man, i can play guitar back in the days, i know what i am talking about :-).
3. Donny is fucking awesome. Aransemen lagu Hanya Tinggal Berdua is brilliant. Ini irama mid-tempo yang enak banget maininnya, just cool single-note lines with second guitar yang penghias dengan style chorus which is superb dan cocok dimainkan di big stage with levels (maksudnya panggung tinggi di Pensi atau Big Festivals hehehe…) dan tata lampu yang baik.
4. Sebagian besar Intro dan Ending bagus karena intro dan ending di album ini bukan sekedar intro dan ending, tetapi chorus yang disimpan di awal dan akhir lagu. Artinya jika intro tersebut diisi verse ataupun chorus dan diisi lirik, section lagu tersebut tetap kuat. Awesome.
5. Groove enhancement baik sekali. Trik aransemen ini sangat terasa saat momen lagu yang up-tempo. Sekali lagi cocok untuk dimainkan di big stage dan ngga akan bikin kamu diam kaku saat mendengar di head phone. You’ll be shaked!
6. Lagu Semoga Kau Sembuh Part II is better than Part I and also better than what i can listen from the Video.
7. Kalau Semoga Kau Sembuh Part II jadi single sebaiknya disiapkan Radio Cut version, atau ya sudah persetan dengan Music Director yang ngga mau pasang full version dan bersiap di fade out. F**k, saya benci banget kalo lagu di fade out sebelum lagu itu selesai!!!!!!!!
8. Cengkok baru di lagu Ajaran Moral Sesaat dan lumayan nyusahin saat dibawa ke panggung. But heck this song is cool.
9. Aku Lupa Aku Luka adalah lagu yang akan saya tunggu di panggung, saya janji ngga akan berkedip liat Leon mainin lagu ini. Melody insert bagus dikit-dikit dan nice pan positioning make the small things contribute great to make the part more dramatic.
10. Kalo ngga ada label besar yang mau sign Koil sesudah dengerin demo album ini, maaf bapak2 A&R yang hebat, sebaiknya anda mencari pekerjaan lain saja karena menurut saya anda tidak becus.
Sekali lagi mohon maaf atas keterbatasan saya tapi menurut saya album ini bagus sekali. You argue and have your own idea. If so, please post your comments then.
Jika kamu suka artikel ini, mohon memberikan komentar dan berlangganan newsletter gratis dan dapatkan update ke feed reader atau ke email.


Komentar dan Diskusi
No comments yet.
Tinggalkan Komentar kamu Disini