Kenapa Musik Punk Tidak Menjual di Indonesia

Ah akhirnya saya bisa mencuri waktu di kantor. Menjawab pertanyaan Bejo di postingan saya sebelumnya, berikut adalah pendapat saya:

Tanya:
mas gimana ya? kok band band punk kurang menjual ya di indon, padahal kalo dipikir pikir mereka itu banyak yang menyuarakan ke-riil-an yang ada di sekitar kita (penindasan, kekurangan, kemiskinan dll ). orang orang kita lebih suka lagu lagu yang membelai, angan – angan pokoknya yang enak enak lah. trus yang kedua gimana menurut mas kalo kita bikin acara khusus band punk dan yang agak sedikit punk, jadi komunitas tetap terjaga? thanks berat

Jawab:
Bejo, begini pendapat saya.
1. Band Punk di Indonesia kurang menjual
Sebenarnya menurut logika saya, segala sesuatu akan laku jika melakukan upaya-upaya untuk membuatnya laku. Itu inti dari kewirausahaan. Diluar dunia musik, banyak produk ‘khas’ yang segmented tapi membuat pemilik/produsennya menghasilkan uang. Jadi secara logika, jika dijual dengan upaya-upaya tertentu dari musik punk, makanan aneh sampai tontonan sakit jiwa pun bisa ‘menjual’.

2. Suara Riil Masyarakat
Memang iya, itu kenyataan dan ngga semua kenyataan diterima semua orang. Masyarakat kita ini sebenarnya mayoritas Status Quo dan enjoy berada di comfort zone, jadi ngga mau berubah.

3. Lagu membelai dan bermimpi
Ngga cuma di Indonesia koq, diseluruh dunia statistik penjualan album yang lebih menjual ya seperti itu. Tapi kecenderungan masyarakat dunia ketiga (baca: negara berkembang) memang suka dibelai (makanya jadi negara berkembang juga…). Musik itu niche, artinya semua musik itu segmented dan ngga ada yang namanya musik universal. Semua punya pasar sendiri-sendiri, di Indonesia seperti di negara-negara berkembang lain, pasar lagu membelai paling besar & yeah that sucks!

4. Acara khusus
Kumpulin teman2 yang suka musik seperti musik yang kamu suka, bikin event. Di artikel2 mendatang saya akan mencoba memberikan cara-cara membuat event yang sederhana tapi asoy.

Silahkan memberikan pendapat.

Cheers.

Uncategorized

Jika kamu suka artikel ini, mohon memberikan komentar dan berlangganan newsletter gratis dan dapatkan update ke feed reader atau ke email.

Komentar dan Diskusi

No comments yet.

Tinggalkan Komentar kamu Disini

(required)

(required)