I’ll Kick You Ass Motherfuckers!

Kata-kata itu selalu diucapkan oleh Jendral George S. Patton ketika harus menggempur musuh. Semua dituliskan oleh Alan Axelrod didalam buku tentang filosofi jendral yang berperan penting dalam kemenangan Amerika & Sekutu di perang dunia ke II itu, judulnya Patton on Leadership. Orang gila.

Orang yang mengenalnya hanya akan mempunyai dua pilihan sikap; sangat mengaguminya atau sangat membencinya. Ini karena dia tidak pernah setengah-setengah dalam bersikap. Ada sebuah pidatonya yang membangkitkan semangat anak muda Amerika untuk pergi ke medan perang di Perang Dunia ke II:

“Saya ingin kamu mengingat bahwa tidak ada bajingan yang menang perang dengan mati bagi negaranya. Dia menang dengan membuat bajingan tolol lawan mati bagi negaranya. Semua hal yang kamu dengar tentang Amerika yang tidak ingin berperang, dan ingin menghindari perang ini, adalah omong kosong. Orang Amerika suka berperang. Semua orang Amerika sungguhan menyukai sengat pertempuran. Ketika kamu masih anak-anak, kamu semua mengagumi juara bermain kelereng, pelari tercepat, pemain bola yang hebat, dan petinju paling brutal. Orang Amerika menyukai pemenang dan tidak akan menerima pecundang. Orang Amerika bermain untuk menang terus menerus. Saya tidak akan memperdulikan orang yang kalah dan tertawa di Neraka. Itulah sebabnya orang Amerika belum pernah kalah dan tidak pernah akan kalah dalam perang (pidato ini terjadi sebelum perang Vietnam). Pikiran tentang kekalahan menyebalkan bagi orang Amerika. Pasukan adalah tim. Hidup, makan, tidur dan bertempur sebagai sebuah tim. Individualitas adalah setumpuk omong kosong. Para bajingan yang menulisnya untuk the Saturday Evening Post, tidak tahu apa-apa tentang pertempuran nyata, mereka lebih tahu tentang hubungan sex. Kita mempunyai makanan dan peralatan yang baik, semangat terbaik, dan orang-orang terbaik di dunia”

Setuju! Untuk mendapatkan sebuah kemenangan bukan berarti kita harus memberikan nyawa kita. Jika kita mati juga akhirnya, itu bukanlah masalah sebelum berperang. Yang penting perang dulu, gempur musuh sekuat tenaga, bunuh sebanyak mungkin, dan jangan menyerahkan nyawa begitu saja. Meskipun pidato diatas adalah masalah kepemimpinan sehari-hari, tapi menurut saya hidup ini memang seperti perang. Saya ngga mau berpikir kalo saya akan kalah suatu hari, tetapi saya berpikir bagaimana caranya menang tanpa berkorban banyak. Let’s win the war baby, we’re all victims!

- September ’05 -

Uncategorized

Jika kamu suka artikel ini, mohon memberikan komentar dan berlangganan newsletter gratis dan dapatkan update ke feed reader atau ke email.

Komentar dan Diskusi

No comments yet.

Tinggalkan Komentar kamu Disini

(required)

(required)